Minggu, 10 Juli 2011

'Something Borrowed'

Setelah sekian lama ga pergi ke bioskop untuk nonton film akhirnya nemu juga satu film yang kelihatannya lumayan untuk ditonton :) Yup! judulnya 'something borrowed', sesuatu yang dipinjam. Jadi, sepanjang film saya terus menerka-nerka apa sih itu yang dipinjem :D Kalau ada yang belum pernah lihat filmnya, ini sekilas gambar posternya


Taken from google




Beberapa karakternya  adalah Ginnifer Goodwin yang jadi Rachel White, Kate Hudson yang jadi Darcy Rhone, John Krasinski yang jadi Ethan dan Colin Egglesfield yang jadi Dex Thaler.
Jadi, ceritanya film ini itu mengisahkan tentang persahabatan antara 2 perempuan yaitu Rachel dan Darcy. Mereka bersahabat dari kecil sehingga bisa dibilang mereka itu tidak terpisahkan. Rachel yang selalu mengalah dan Darcy yang selalu menang dengan caranya sendiri. Menang dalam segala hal, termasuk dalam hal laki-laki. Klise mungkin ceritanya, perempuan yang ngalah buat sahabatnya sendiri karena terlalu polos untuk bertindak di depan laki-laki dan laki-laki yang ga berani bertindak karena takut tidak mendapat respon yang diinginkan. Enam tahun lewat, akhirnya Darcy berencana menikah dengan Dex. Well, this is dex


 
Taken from google
Cute, huh? well, inilah yang jadi alasan kalau Rachel mikir Dex ga mungkin suka sama dia. Dex ganteng dan Rachel ga ngerasa kalau dia cantik. Tapi masalahnya adalah bahwa Dex suka sama Rachel tapi dia ga pernah bisa tegas sama perasaan dia dan orang-orang di sekitar dia. Cute, and coward indeed, naahhh. Dan ini adalah Rachel

taken from google
Rachel baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-30 dan dia selalu merasa kalau dia tidak cantik. wow, kalau segitu ga cantik gimana jeleknya :D Ini yang jadi salah satu alasan kalau dia ga pede buat jadi pasangan dex dan alasan lainnya adalah bahwa dia akan selalu mengalah buat sahabatnya Darcy, and this is her

taken from google
Kalau menurut saya, Darcy itu orangnya ambisius. Dia bakal melakukan apa saja untuk mencapai goal nya dia, sekalipun itu akan mengorbankan perasaan Rachel. Tapi sebenernya Darcy bukannya tidak sensitif atau peka, tapi dia merasa tidak ada yang salah antara dia dan Dex karena dia tidak merebut Dex dari Rachel. Darcy lebih cuek dari Rachel, dia lebih senang pergi ke pesta dengan teman-temannya. Yah, saking cueknya Darcy ga bisa lihat apa yang salah antara Dex dan Rachel. Justru Ethan bisa lebih tahu dan ngedukung Rachel mati-matian buat maju dan ngungkapin perasaannya sebelum semuanya terlambat. Well, this a picture of Ethan

taken from google

Dan diem-diem, ternyata Ethan juga punya rasa sama Rachel. Cuma karena Ethan tahu Rachel suka sama Dex jadi dia ga pernah ngomong tentang perasaan dia sama Rachel. Cuma disaat-saat terkahir Ethan ngomong sama Rachel gara-gara Rachel cerita kalo dia ga pernah jadi jadi orang pertama buat siapapun, dan disitulah Ethan ngomong.

The thing is kalau menurut saya dari segi cerita mungkin kelihatannya sedikit bertele-tele. Nasib Ethan selanjutnya juga ga diceritain lagi. Padahal sih saya lebih setuju Rachel sama Ethan. Rachel yang selalu suka sama Dex dari enam tahun yang lalu kelihatannya ga bisa move on sama sekali buat ngelihat ada seseorang yang lebih baik. Dia terperangkap dalam perasaan yang sama tanpa bisa ngeluarin perasaan itu. Sampai akhirnya dia bisa sama Dex dan bawain baju Dex dari laundry, baju yang dibeli darcy buat Dex. Isn't it pathetic? Dari sekian banyak laki-laki kenapa harus terus-terusan terikat sama orang yang ga bisa tegas sama dirinya sendiri. Mungkin itu yang namanya jodoh, kita ga pernah tahu. Tapi yang pasti setidaknya kita harus berusaha :)

Jumat, 08 Juli 2011

Abstrak

Setelah sekian lama mikir-mikir apa yang mau ditulis untuk post kali ini, ternyata ga dapet-dapet juga idenya. Bingung mau nulis apa >.< 

Akhirnya kepikiran buat nulis ini...

Ada yang  bilang kalau kita masih sakit hati sama orang lain berarti kita masih punya sifat sombong dalam diri kita yang mana itu ga bagus. Dan ternyata kalau dipikir-pikir saya masih sering banget sakit hati sama orang lain, berarti saya sombong banget dong. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, apa yang mau saya sombongin? Saya juga bukan siapa-siapa toh. Terus kenapa saya masih sakit hati? 

Bisa dibilang mungkin sakit hati itu suatu hal yang wajar, yang kebanyakan orang kurang lebih pernah ngerasain. Mungkin yang lebih penting itu bagaimana cara kita menyikapi sakit hati nya itu sendiri. Mau dilebih-lebihkan, mau dibiarkan saja, atau mau langsung seketika itu dimaafkan dan dilupakan. Tapi kayanya ga segampang itu kalau buat saya, langsung dimaafkan dan dilupakan. Bisa-bisa kalau gitu orang bisa seenaknya sama saya atau saya mau orangnya sadar dan minta maaf.

Yaah..semuanya balik lagi sama diri kita masing-masing. Sebagai seorang manusia tentunya saya pengen jadi lebih baik setiap waktunya. Kalau memang terlalu susah buat langsung memaafkan setidaknya melupakan saja dulu, seengganya saya tidak menyimpan dendam sama orang lain. Mungkin kalau nanti lain waktu ketemu lagi mudah-mudahan kita semua sudah menjadi manusia yang lebih baik lagi :)