Selasa, 18 Desember 2012

Kapan nyusul??

When the baby comes?

Percaya deh, itu pertanyaan lanjutan yang akan sering terdengar setelah menikah.

sebenernya saya itu termasuk orang yang penuh dengan target-target. Karena dengan begitu, hidup bisa jadi lebih terencana dan punya tujuan. Jadi yaahh target kalo udah tua mau jadi apa, mau punya anak berapa, nikah umur berapa, kuliah lagi kapan beresnya kapan dan sebagainya. Mostly, semua itu berjalan sebagaimana mestinya. So, i'm happy with my life.

Tapii ketika urusannya adalah anak, semua itu diluar kontrol saya sebagai manusia. Usaha dan berdoa pasti ga pernah berenti, tinggal menunggu hasil aja. Saya juga ga pernah merasa terbebani, toh usia pernikahan juga belum genap setahun. Justru pacaran setelah nikah ini sangat saya nikmati. Yang suka bikin kesel itu adalah ketika orang bertanya, "ayo dong kapan nyusul?" I wish I could ask God to answer their question.

Akhirnya, lama-lama pertanyaan seperti itu lebih baik ditanggapi bercanda saja, toh kalau sudah hamil juga pasti bilang ko, ngapain juga diumpetin. Dijawab dengan, "doain aja ya ." kadang juga mempan loh :D

Saya sih lebih baik bepikiran positif daripada terfokus sama hal-hal yang seharusnya ga dijadikan beban. Misalnya, mungkin Allah lagi kasih waktu buat saya dan suami untuk lebih saling mengenal, bersabar dan ikhlas. Mungkin juga saya dan suami lagi dikasih waktu buat menabung untuk saatnya nanti, karna punya anak itu ga murah loh, apalagi jaman sekarang dimana harga-harga makin tinggi. Atau mungkin saya lagi dikasih waktu buat nyelesein kuliah s2 ini sebelum nanti semua waktu akan tercurah untuk mengurus si kecil. Daaannn masih muda ini, so why so worry :) (kalo kata aming pas di hitam putih)

Let's get married!

Well, sebenernya tulisan yang satu ini dibuat beberapa bulan yang lalu, tapi baru sempet dimasukan ke blog saat ini. I hope that's ok :) so, happy reading...

Setelah sekian lama tidak 'ngelantur' disini, akhirnya muncul sedikit ide ketika sedang kuliah pasca English Language Acquisition di pertemuan pertama. 'No idea what the lecturer was talking about', bad student, I know :D daan ide pertama yang muncul adalah cerita2 seputar pernikahan yang belum genap 6 bulan ini :)

Mulai dari mana dulu ya, mungkin dari awaaal banget. Dari jaman tanya pacar tentang rencana nikah. Awal2 ngomongin tentang yang satu ini, selaluu aja berujung dengan adu argumen yang alot. Rasanya susah banget nemu solusi yang sama. Langsung kepikiran gimana nanti pas beneren ngurusin nikahnya, gimana nanti pas ngejalanin 'life after marriage' nya dan sebagainya. Sebenernya simpel aja, di dalam otak pacar adalah ketika menikah maka dia akan memasuki level baru yang lebih berat dimana dia akan menajadi kepala keluarga dan imam berikut dengan tanggung jawab nya. Mau tinggal dimana, makan apa, dll. Sedangkan di dalam otak saya cuma gimana caranya jadi istri baik yang nurut sama suami. Jadiii, laki2 perlu waktu buat kesiapan lahir batin dan perempuan perlu kesabaran dan keikhlasan buat terus support sang calon.

Hidup ini bisa dibilang punya level-level yang perlu dijalani. Walaupun kita semua tahu, life is a matter of choice. Dari single kemudian menjadi seorang istri itu artinya naek level. Tantangannya juga lebih berat. Tapi bukan berarti impossible buat dilakonin. Makanya kalo suami dan istri gabisa kerja sama dan kompak, akan jauh terasa lebih berat. Once my dad said, nikah itu enak, bebannya dipikul berdua, otomatis lebih enteng. And it's true :) cobain aja :D

Kuncinya sih memang cuma niat. Klise tapi betul. Tentunya harus diiringi dengan usaha dan doa sih pasti. Dulu awal-awal khawatir banget kedepannya gimana. Tapi pas udah dijalanin rasanya gampang aja. Sempet ga percaya, orang yang jadi pacar selama empat tahun sekarang selalu jadi orang yang pertama dilihat setiap buka mata di pagi hari :) and I will love that moment for the rest of my life, insya Allah :)

Dipikirin yang seneng dan positifnya ajaa, kalo lagi cape tapi seneng aja bisa ilang capenya. Jadi, ga susah kan sebenernya nikah itu. Masih tetep bisa gaya, bisa kuliah S2, bisa kerja, bisa jalan2, bisa ngapain aja yang penting happy dan halal :)

Selasa, 13 November 2012

Kuliah Lagi

Setelah sekian lama ga sentuh-sentuh blog, akhirnya mulai kepikiran untuk nulis lagi, walaupun belum kepikiran apa yang mau ditulis :/

Yang terbaru sih ya kalo saat ini saya sedang menempuh kuliah pasca sarjana dan mulai memasuki semester 3. Rasanya? Campur aduk. Kenapa? Karena banyak hal yang ikut mewarnai kuliah s2 ini. Kuliah yang bukan cuma kuliah. Ada senengnya karena dikasih rejeki buat lanjutin sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, ada capenya karena jadi ada banyak hal yang harus dikerjakan sekaligus dalam satu waktu, ada sedihnya karena harus mengorbankan beberapa hal, ada juga keselnya karena harus ketinggalan beberapa hal dan harus sibuk kejar-kejar deadline. Tapiiii semuanya itu memang harus dijalani sebagai satu proses hidup yang sudah dipilih, karena walaupun ada rejekinya masih tetap bisa milih untuk lanjut kuliah atau ngga.

Sekarang, selain jadi mahasiswa lagi, jadi pengajar juga sekaligus ibu rumah tangga :) Yap, pilihan yang mungkin buat sebagian orang bukan pilihan yang mudah. Begitu juga dengan saya. Baru adaptasi sama dunia perkuliahan pasca yang cukup berat, harus beradaptasi juga dengan lingkungan sekolah yang cukup menyita waktu (oleh karena itu hanya mengajar selama satu tahun saja karena cukup kewalahan mengatur waktu), dan juga beradaptasi sebagai ibu rumah tangga baru. Semuanya serba pertama kali, dan biasanya yang pertama kali itu cenderung serba bingung dan ga terlalu yakin. Dan memang itulah yang terjadi.

Sampe disini, bingung mau tulis apalagi, jadi sepertinya akan dilanjutkan lagi ketika mendapat sesuatu untuk ditulis lagi :D

Detik-detik ketika menunggu suami selesai kerja, ditemani suara hujan