Kamis, 25 April 2013

Life is simple, why so worry :)

Kadang ada hal yang ga perlu kita tahu tapi malah kepengen tau banget, sedangkan hal-hal yang harusnya tahu malah diabaikan. Itu mah sebenernya ngingetin diri sendiri sih hehe

Well, ceritanya hari ini pertama kali konsultasi sama dr kandungan. Bukan karena hamil, justru karena sebaliknya. Rencananya memang kalo sudah satu tahun mau ke dokter, tapi ternyata satu tahun itu sebentar, ga kerasa. Daaan sudah banyak pula yang menantikan kehadiran seorang cucu :D

Pergilah saya dan suami ke dr hany rono. Dateng jam setengah 8 baru dipanggil jam setengah 11. Dikasih ceramah sampai jam 12. Sesuatu sekali hehe tapi Allah memang ga pernah salah, maha sempurna. Disitu saya duduk bersebelahan sama pasangan yang sudah 10 tahun menikah namun belum dikaruniai anak juga. Rasanya kaya dipukul pake hammer yang besar banget. Mereka keliatannya seneng ga pake bt walopun ada masalah. Rasanya saya yang baru satu tahun manja banget udah pergi ke dokter lagi, ngerasa paling sedih padahal ternyata ga ada apa-apanya dibanding mereka. Ditambah lagi ceramahnya dokter yang bikin malu banget dan kepengen nangis sebenernya cuma ditahan sekuat tenaga. Minta anak sama Allah tapi diri sendiri ga pernah kasih apa-apa buat Allah. Ibadahnya masih kuraaaaaang banget. Kadang suka mikir, apa yang kaya gini pantes dititipin anak.

Sebenernya saya sama suami ga pernah terlalu terbebani tentang anak. Maksudnya kita selalu berusaha tapi kalau Allah berkehendak lain, ikhlas satu-satunya jalan kan. Saya sering banget mikir barokah dan bahagianya pernikahan ga harus selalu ditandai dengan ada atau tidaknya anak. Tapi, dengan adanya buah hati tentu saja menjadi lebih lengkap. Jadi mudah-mudahan aja Allah kasih kepercayaan untuk menitipkan seorang anak sama saya dan suami di waktu yang tepat, aamiin.

Selasa, 18 Desember 2012

Kapan nyusul??

When the baby comes?

Percaya deh, itu pertanyaan lanjutan yang akan sering terdengar setelah menikah.

sebenernya saya itu termasuk orang yang penuh dengan target-target. Karena dengan begitu, hidup bisa jadi lebih terencana dan punya tujuan. Jadi yaahh target kalo udah tua mau jadi apa, mau punya anak berapa, nikah umur berapa, kuliah lagi kapan beresnya kapan dan sebagainya. Mostly, semua itu berjalan sebagaimana mestinya. So, i'm happy with my life.

Tapii ketika urusannya adalah anak, semua itu diluar kontrol saya sebagai manusia. Usaha dan berdoa pasti ga pernah berenti, tinggal menunggu hasil aja. Saya juga ga pernah merasa terbebani, toh usia pernikahan juga belum genap setahun. Justru pacaran setelah nikah ini sangat saya nikmati. Yang suka bikin kesel itu adalah ketika orang bertanya, "ayo dong kapan nyusul?" I wish I could ask God to answer their question.

Akhirnya, lama-lama pertanyaan seperti itu lebih baik ditanggapi bercanda saja, toh kalau sudah hamil juga pasti bilang ko, ngapain juga diumpetin. Dijawab dengan, "doain aja ya ." kadang juga mempan loh :D

Saya sih lebih baik bepikiran positif daripada terfokus sama hal-hal yang seharusnya ga dijadikan beban. Misalnya, mungkin Allah lagi kasih waktu buat saya dan suami untuk lebih saling mengenal, bersabar dan ikhlas. Mungkin juga saya dan suami lagi dikasih waktu buat menabung untuk saatnya nanti, karna punya anak itu ga murah loh, apalagi jaman sekarang dimana harga-harga makin tinggi. Atau mungkin saya lagi dikasih waktu buat nyelesein kuliah s2 ini sebelum nanti semua waktu akan tercurah untuk mengurus si kecil. Daaannn masih muda ini, so why so worry :) (kalo kata aming pas di hitam putih)

Let's get married!

Well, sebenernya tulisan yang satu ini dibuat beberapa bulan yang lalu, tapi baru sempet dimasukan ke blog saat ini. I hope that's ok :) so, happy reading...

Setelah sekian lama tidak 'ngelantur' disini, akhirnya muncul sedikit ide ketika sedang kuliah pasca English Language Acquisition di pertemuan pertama. 'No idea what the lecturer was talking about', bad student, I know :D daan ide pertama yang muncul adalah cerita2 seputar pernikahan yang belum genap 6 bulan ini :)

Mulai dari mana dulu ya, mungkin dari awaaal banget. Dari jaman tanya pacar tentang rencana nikah. Awal2 ngomongin tentang yang satu ini, selaluu aja berujung dengan adu argumen yang alot. Rasanya susah banget nemu solusi yang sama. Langsung kepikiran gimana nanti pas beneren ngurusin nikahnya, gimana nanti pas ngejalanin 'life after marriage' nya dan sebagainya. Sebenernya simpel aja, di dalam otak pacar adalah ketika menikah maka dia akan memasuki level baru yang lebih berat dimana dia akan menajadi kepala keluarga dan imam berikut dengan tanggung jawab nya. Mau tinggal dimana, makan apa, dll. Sedangkan di dalam otak saya cuma gimana caranya jadi istri baik yang nurut sama suami. Jadiii, laki2 perlu waktu buat kesiapan lahir batin dan perempuan perlu kesabaran dan keikhlasan buat terus support sang calon.

Hidup ini bisa dibilang punya level-level yang perlu dijalani. Walaupun kita semua tahu, life is a matter of choice. Dari single kemudian menjadi seorang istri itu artinya naek level. Tantangannya juga lebih berat. Tapi bukan berarti impossible buat dilakonin. Makanya kalo suami dan istri gabisa kerja sama dan kompak, akan jauh terasa lebih berat. Once my dad said, nikah itu enak, bebannya dipikul berdua, otomatis lebih enteng. And it's true :) cobain aja :D

Kuncinya sih memang cuma niat. Klise tapi betul. Tentunya harus diiringi dengan usaha dan doa sih pasti. Dulu awal-awal khawatir banget kedepannya gimana. Tapi pas udah dijalanin rasanya gampang aja. Sempet ga percaya, orang yang jadi pacar selama empat tahun sekarang selalu jadi orang yang pertama dilihat setiap buka mata di pagi hari :) and I will love that moment for the rest of my life, insya Allah :)

Dipikirin yang seneng dan positifnya ajaa, kalo lagi cape tapi seneng aja bisa ilang capenya. Jadi, ga susah kan sebenernya nikah itu. Masih tetep bisa gaya, bisa kuliah S2, bisa kerja, bisa jalan2, bisa ngapain aja yang penting happy dan halal :)

Selasa, 13 November 2012

Kuliah Lagi

Setelah sekian lama ga sentuh-sentuh blog, akhirnya mulai kepikiran untuk nulis lagi, walaupun belum kepikiran apa yang mau ditulis :/

Yang terbaru sih ya kalo saat ini saya sedang menempuh kuliah pasca sarjana dan mulai memasuki semester 3. Rasanya? Campur aduk. Kenapa? Karena banyak hal yang ikut mewarnai kuliah s2 ini. Kuliah yang bukan cuma kuliah. Ada senengnya karena dikasih rejeki buat lanjutin sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, ada capenya karena jadi ada banyak hal yang harus dikerjakan sekaligus dalam satu waktu, ada sedihnya karena harus mengorbankan beberapa hal, ada juga keselnya karena harus ketinggalan beberapa hal dan harus sibuk kejar-kejar deadline. Tapiiii semuanya itu memang harus dijalani sebagai satu proses hidup yang sudah dipilih, karena walaupun ada rejekinya masih tetap bisa milih untuk lanjut kuliah atau ngga.

Sekarang, selain jadi mahasiswa lagi, jadi pengajar juga sekaligus ibu rumah tangga :) Yap, pilihan yang mungkin buat sebagian orang bukan pilihan yang mudah. Begitu juga dengan saya. Baru adaptasi sama dunia perkuliahan pasca yang cukup berat, harus beradaptasi juga dengan lingkungan sekolah yang cukup menyita waktu (oleh karena itu hanya mengajar selama satu tahun saja karena cukup kewalahan mengatur waktu), dan juga beradaptasi sebagai ibu rumah tangga baru. Semuanya serba pertama kali, dan biasanya yang pertama kali itu cenderung serba bingung dan ga terlalu yakin. Dan memang itulah yang terjadi.

Sampe disini, bingung mau tulis apalagi, jadi sepertinya akan dilanjutkan lagi ketika mendapat sesuatu untuk ditulis lagi :D

Detik-detik ketika menunggu suami selesai kerja, ditemani suara hujan

Minggu, 10 Juli 2011

'Something Borrowed'

Setelah sekian lama ga pergi ke bioskop untuk nonton film akhirnya nemu juga satu film yang kelihatannya lumayan untuk ditonton :) Yup! judulnya 'something borrowed', sesuatu yang dipinjam. Jadi, sepanjang film saya terus menerka-nerka apa sih itu yang dipinjem :D Kalau ada yang belum pernah lihat filmnya, ini sekilas gambar posternya


Taken from google




Beberapa karakternya  adalah Ginnifer Goodwin yang jadi Rachel White, Kate Hudson yang jadi Darcy Rhone, John Krasinski yang jadi Ethan dan Colin Egglesfield yang jadi Dex Thaler.
Jadi, ceritanya film ini itu mengisahkan tentang persahabatan antara 2 perempuan yaitu Rachel dan Darcy. Mereka bersahabat dari kecil sehingga bisa dibilang mereka itu tidak terpisahkan. Rachel yang selalu mengalah dan Darcy yang selalu menang dengan caranya sendiri. Menang dalam segala hal, termasuk dalam hal laki-laki. Klise mungkin ceritanya, perempuan yang ngalah buat sahabatnya sendiri karena terlalu polos untuk bertindak di depan laki-laki dan laki-laki yang ga berani bertindak karena takut tidak mendapat respon yang diinginkan. Enam tahun lewat, akhirnya Darcy berencana menikah dengan Dex. Well, this is dex


 
Taken from google
Cute, huh? well, inilah yang jadi alasan kalau Rachel mikir Dex ga mungkin suka sama dia. Dex ganteng dan Rachel ga ngerasa kalau dia cantik. Tapi masalahnya adalah bahwa Dex suka sama Rachel tapi dia ga pernah bisa tegas sama perasaan dia dan orang-orang di sekitar dia. Cute, and coward indeed, naahhh. Dan ini adalah Rachel

taken from google
Rachel baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-30 dan dia selalu merasa kalau dia tidak cantik. wow, kalau segitu ga cantik gimana jeleknya :D Ini yang jadi salah satu alasan kalau dia ga pede buat jadi pasangan dex dan alasan lainnya adalah bahwa dia akan selalu mengalah buat sahabatnya Darcy, and this is her

taken from google
Kalau menurut saya, Darcy itu orangnya ambisius. Dia bakal melakukan apa saja untuk mencapai goal nya dia, sekalipun itu akan mengorbankan perasaan Rachel. Tapi sebenernya Darcy bukannya tidak sensitif atau peka, tapi dia merasa tidak ada yang salah antara dia dan Dex karena dia tidak merebut Dex dari Rachel. Darcy lebih cuek dari Rachel, dia lebih senang pergi ke pesta dengan teman-temannya. Yah, saking cueknya Darcy ga bisa lihat apa yang salah antara Dex dan Rachel. Justru Ethan bisa lebih tahu dan ngedukung Rachel mati-matian buat maju dan ngungkapin perasaannya sebelum semuanya terlambat. Well, this a picture of Ethan

taken from google

Dan diem-diem, ternyata Ethan juga punya rasa sama Rachel. Cuma karena Ethan tahu Rachel suka sama Dex jadi dia ga pernah ngomong tentang perasaan dia sama Rachel. Cuma disaat-saat terkahir Ethan ngomong sama Rachel gara-gara Rachel cerita kalo dia ga pernah jadi jadi orang pertama buat siapapun, dan disitulah Ethan ngomong.

The thing is kalau menurut saya dari segi cerita mungkin kelihatannya sedikit bertele-tele. Nasib Ethan selanjutnya juga ga diceritain lagi. Padahal sih saya lebih setuju Rachel sama Ethan. Rachel yang selalu suka sama Dex dari enam tahun yang lalu kelihatannya ga bisa move on sama sekali buat ngelihat ada seseorang yang lebih baik. Dia terperangkap dalam perasaan yang sama tanpa bisa ngeluarin perasaan itu. Sampai akhirnya dia bisa sama Dex dan bawain baju Dex dari laundry, baju yang dibeli darcy buat Dex. Isn't it pathetic? Dari sekian banyak laki-laki kenapa harus terus-terusan terikat sama orang yang ga bisa tegas sama dirinya sendiri. Mungkin itu yang namanya jodoh, kita ga pernah tahu. Tapi yang pasti setidaknya kita harus berusaha :)

Jumat, 08 Juli 2011

Abstrak

Setelah sekian lama mikir-mikir apa yang mau ditulis untuk post kali ini, ternyata ga dapet-dapet juga idenya. Bingung mau nulis apa >.< 

Akhirnya kepikiran buat nulis ini...

Ada yang  bilang kalau kita masih sakit hati sama orang lain berarti kita masih punya sifat sombong dalam diri kita yang mana itu ga bagus. Dan ternyata kalau dipikir-pikir saya masih sering banget sakit hati sama orang lain, berarti saya sombong banget dong. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, apa yang mau saya sombongin? Saya juga bukan siapa-siapa toh. Terus kenapa saya masih sakit hati? 

Bisa dibilang mungkin sakit hati itu suatu hal yang wajar, yang kebanyakan orang kurang lebih pernah ngerasain. Mungkin yang lebih penting itu bagaimana cara kita menyikapi sakit hati nya itu sendiri. Mau dilebih-lebihkan, mau dibiarkan saja, atau mau langsung seketika itu dimaafkan dan dilupakan. Tapi kayanya ga segampang itu kalau buat saya, langsung dimaafkan dan dilupakan. Bisa-bisa kalau gitu orang bisa seenaknya sama saya atau saya mau orangnya sadar dan minta maaf.

Yaah..semuanya balik lagi sama diri kita masing-masing. Sebagai seorang manusia tentunya saya pengen jadi lebih baik setiap waktunya. Kalau memang terlalu susah buat langsung memaafkan setidaknya melupakan saja dulu, seengganya saya tidak menyimpan dendam sama orang lain. Mungkin kalau nanti lain waktu ketemu lagi mudah-mudahan kita semua sudah menjadi manusia yang lebih baik lagi :)

Selasa, 15 Februari 2011

Dag Dig Dug

ternyata jadi mc itu ga segampang yang aq bayangin ya. aq pikir mc mc yang ada di tv itu gampang banget bawain acara karena udah lama latihan dan udah jadi pekerjaan mereka. mereka tiap hari tinggal dateng pas acara mau mulai abis gitu langsung d on d camera...tapi ternyata, mc sekelas mereka juga tetep aja masih grogi dan tetep butuh persiapan yang g sedikit setiap harinya..nnahh..kebayang dunk aq gimana.... :0

awalnya emank aq diminta buat jadi mc di acara AECS(for further information see aecs_ ),,sebenernya agak ragu juga tuh buat bilang iya, masalahnya, aq juga ga yakin sama diri sendiri, kan kalo jadinya malah ngacauin kan bahaya tuh..tapi trus temen aq bilang, "tapi kan kamu pernah jadi mc d ESCW", nah, aq aja ga inget tuh,,he..karena ga enak buat nolak, soalnya pasti udah mepet juga, akhirnya aq bilang iya. untungnya ada training mc dulu tuh seminggu sekalinya, jadi aq juga ga terlalu takut kalo bakal terlalu mengacau nantinya. pas training juga sempet ada latihannya juga, trus dikasih tau kurang-kurangnya dimana. useful banget sih kalo kata aq, soalnya ternyata emank banyak banget yang musti dibenerin, so lots of thanx to T'Indah.... :)

pengennya aq sih bisa seideal yang t'indah bilang, tapi sayangnya ga bisa. ga jarang soalnya aq tiba-tiba diminta buat jadi mc beberapa menit sebelumnya, kan gila aja tuh, pengalaman pertama tapi langsung bikin kacau. reputasi aecs ini juga kan ada di tangan aq kalo gitu..

hari pertama jadi mc itu adalah hari selasa tanggal 16 juli 2009. aq sih udah mulai latihan dari malem sebelumnya, berusaha bisa kaya semua yang t'indah saranin. dateng udah dari 1 jam lebih sebelum acara dimulai, pake pakaian yang udah rapih dan cewe banget. tapi ternyata pagi-pagi sebelum berangkat, aq dapet sms buat jadi mc opening untuk pertama kalinya..waw!!! yang ada langsung deg-deg an tuh..gila aja, teks belum dibaca, balum latihan ma temen yang bakal jadi partner juga,,wah,,tegang d bener....

akhirnya pas beberapa menit sebelumnya aq bisa latihan dulu m temen aq buat opening. dan yang parahnya buat mc lombanya sendiri belum latihan gara-gara sibuk latihan jadi mc opening itu..hikhik..opening berlangsung lancar...tapi saking deg-deg annya, masa mc keluar lewat stage di depan..haha...

pas speech, akhirnya bisa berlangsung cukup lancar walaupun deg-deg annya masih baget-banget tuh..dan yang parahnya, kita kurang koordinasi sama koor lombanya, alhasil kita banyakan musti cuap-cuap ngisi waktu yang g jarang jadi mati gaya di depan panggung!!!!sebel banget d pokonya... :(

abis itu rabu opening lagi,,lebih lancar dunk pastinya...

kamis jadi mc lagi,,tapi kali ini, jauh lebih lancar dari sebelumnya,,dan pastinya lebih ok dunk... :) tapi ternyata emank bener, grogi itu pasti terus ada,cuma gimana kita ngadepinnya aja. jumatnya, aq diminta dadakan jadi mc,,sempet g pede juga c,soalnya ga pede ama penampilan yang emank g disiapin buat jadi mc...untungnya tetep lancar..tapi siangnya, pas lagi beli makan, diminta jadi mc,,what!!!!akhirnya buat yang saat itu, kurang berjalan sempurna,,hikhik..maaf y teman,,but i wasn't in the mood @ all.... :(

overall,,those experiences gave me such a great worth value on my life..

so,,buat yang butuh mc,,bisa lho...he...


p.s Tulisan tahun 2009 yang baru di publish. harap maklum :)