When the baby comes?
Percaya deh, itu pertanyaan lanjutan yang akan sering terdengar setelah menikah.
sebenernya saya itu termasuk orang yang penuh dengan target-target. Karena dengan begitu, hidup bisa jadi lebih terencana dan punya tujuan. Jadi yaahh target kalo udah tua mau jadi apa, mau punya anak berapa, nikah umur berapa, kuliah lagi kapan beresnya kapan dan sebagainya. Mostly, semua itu berjalan sebagaimana mestinya. So, i'm happy with my life.
Tapii ketika urusannya adalah anak, semua itu diluar kontrol saya sebagai manusia. Usaha dan berdoa pasti ga pernah berenti, tinggal menunggu hasil aja. Saya juga ga pernah merasa terbebani, toh usia pernikahan juga belum genap setahun. Justru pacaran setelah nikah ini sangat saya nikmati. Yang suka bikin kesel itu adalah ketika orang bertanya, "ayo dong kapan nyusul?" I wish I could ask God to answer their question.
Akhirnya, lama-lama pertanyaan seperti itu lebih baik ditanggapi bercanda saja, toh kalau sudah hamil juga pasti bilang ko, ngapain juga diumpetin. Dijawab dengan, "doain aja ya ." kadang juga mempan loh :D
Saya sih lebih baik bepikiran positif daripada terfokus sama hal-hal yang seharusnya ga dijadikan beban. Misalnya, mungkin Allah lagi kasih waktu buat saya dan suami untuk lebih saling mengenal, bersabar dan ikhlas. Mungkin juga saya dan suami lagi dikasih waktu buat menabung untuk saatnya nanti, karna punya anak itu ga murah loh, apalagi jaman sekarang dimana harga-harga makin tinggi. Atau mungkin saya lagi dikasih waktu buat nyelesein kuliah s2 ini sebelum nanti semua waktu akan tercurah untuk mengurus si kecil. Daaannn masih muda ini, so why so worry :) (kalo kata aming pas di hitam putih)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar