film yang dimainkan oleh Vino G. Bastian salah satunya emank bukan film action biasa untuk level indonesia...bisa dibilang cukup keras atau sangat keras...i don't know whether it's a good movie to watch or not...but since i watched it though,let's see the good points...
this movie can be one of references for woman to be more careful at the outside home. di dalam film ini, aq ngeliat perempuan cuma sebagai pelengkap aja. bahkan pelengkap yang sifatnya pun tertindas di bawah lawan nya yaitu laki-laki. dari mulai adegan satu perempuan yang diperkosa sama dua laki-laki dan dia ga bisa berkutik sampai akhirnya malah jadi gila. belum lagi yang rela backstreet dan membahayakan jiwanya sendiri untuk seorang laki-laki atas nama cinta yang pada akhirnya hamil diluar nikah dan harus terbunuh tragis oleh orang lain. perhaps the point is that woman can't be that safe anymore. cuma dengan diperlihatkannya bagaimana wanita di film itu, seharusnya kita, para wanita harus bisa tahu begaimana untuk menjaga diri lebih baik. dunia di luar bertambah keras, girls. bisa jadi laki-laki menjadi jahat atau melakukan sesuatu yang buruk pada kita karena adanya "undangan" dari kita juga. oke, here we come again. pada dasarnya, balik lagi sama kita sebaai wanita, kita yang salah karena kita juga yang memberikan "undangan". tapi pada saat perempuan memank tidak melakukan apapun tetapi dia cantik dan itu membuat laki-laki tertarik apakah perempuan masih harus disalahkan karena dia terlahir indah?atau laki-laki akan menyangkal dengan mengatakan, bahwa itu juga buka salah laki-laki yang mudah tergoda dengan kecantikan wanita, itu alamiah dll.
harusnya wanita bisa bertambah kuat dan kuat sehingga tidak akan ada lagi pelecehan. well, back to the movie. at least, kita jadi tahu gimana sebenernya kehidupan keras yang sesungguhnya. ada pembunuhan. kita bisa bilang itu cuma film, tapi sadar atau ga, kasus Nasrudin malah jauh lebih mirip dengan cerita film. dengan setting yang kumuh, mungkin seperti itulah kehidupan mereka yang sebenarnya. narkoba, kekerasan, uang, harga diri dll menjadi hal-hal yang tidak bisa tawar-menawar. lima orang sahabat bahkan harus berujung kematian pada kehidupan yang seperti itu. kita tidak bisa menghakimi bahwa mereka salah, mungkin jika boleh memilih mereka tidak ingin kehidupan seperti itu. tapi sesungguhnya hidup itu pilihan dan selalu ada proses tawar-menawar. mungkin dipengaruhi oleh latar belakang juga.hmmm.
i think that's all from my opinion..feel free to criticize..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar